Monday, April 13, 2015

Ringkasan Berita Konflik Yaman



Konflik di Yaman masih terus berlangsung bahkan sampai 10 April, WHO mencatat korban tewas akibat perang di Yaman menjad 643 orang dan dan keamanan di Yaman makin memburuk (Antaranews.com 10 April 2015)

Apakah latar belakang konflik Yaman ini?
Yaman terus bergejolak setelah kelompok milisi Houthi, yang berjuang untuk mendapatkan peningkatan otonomi di Provinsi Saada, melancarkan pemberontakan secara berkala sejak 2004. Aksi mereka yang paling signifikan terjadi sejak Juli 2014.

Puncaknya, pada September 2014, ketika mereka menguasai Ibukota Sanaa, menyandera staf kepresidenan, dan menembaki kediaman Presiden Abdu Rabuh Mansour Hadi.  


Mengapa Arab Saudi ikut menggepur Yaman?
Menurut Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Mustafa‎ Ibrahim Al-Mubarak, salah satu alasannya adalah karena permintaan langsung dari langsung dari Presiden Yaman Abdu Rabuh Mansour Hadi melalui surat resmi yang disampaikan pada 7 Maret 2015.  Negara-negara ‎Teluk yang dipimpin Arab Saudi menggelar operasi militer di Yaman untuk memerangi kelompok itu.

Adakah konflik Yaman berhubungan dengan kaitannya dengan Sunni dan Syiah?
Tidak ada kaitannya dengan Sunni dan Syiah
Konflik Yaman karena perkara politik untuk berebut pengaruh dan kuasa. Karena Presiden Yaman Abedrabbuh Mansour Hadi hendak dilengserkan oleh kelompok pimpinan Abdul Malek al Houthi.

Siapa Al Houthi?
Al-Houthi muncul pasca runtuhnya pemerintahan Bani Hasyim yang menganut paham Syiah Zaidiyah tahun 1962 setelah memimpin Yaman selama lebih dari 1.000 tahun.

Nama Houthi berasal dari Hussein Badr al-Din al-Houthi, seorang pemimpin agama yang pertama kali mencetuskan gerakan ini dan selanjutnya menjadi tokoh sentral al-Houthi.

Berawal dari gerakan agama, al-Houhti memulai pemberontakan senjata mereka pada 2004, dengan dukungan dari pemimpin-pemimpin agama dan suku di wilayah Utara Yaman. 

Apa tuntutan Al Houthi?
Ketika gelombang revolusi Arab tiba di Yaman pada 2011, al-Houthi ikut menumbangkan mantan Presiden Ali Abdullah Saleh yang telah berkuasa selama 33 tahun, lalu meluaskan daerah kekuasaan mereka dari Saada ke wilayah lain seperti provinsi Amran, bahkan merangsek masuk ke ibukota Yaman, Sanaa.


Semenjak itu, al-Houthi menuntut pembagian kekuasaan dalam pemerintahan baru Yaman. 

Siapa yang menentang gempuran Arab ke Yaman?
Rusia, Iran dan Suriah menyatakan rasa tidak setuju mereka terhadap agresi yang dilakukan oleh Arab Saudi dan sekutunya di Yaman.  

Berbagai sumber



No comments:

Post a Comment