Showing posts with label korban. Show all posts
Showing posts with label korban. Show all posts

Thursday, September 24, 2015

Ringkasan Berita Tragedi Mina 2015



Baru saja kita berduka karena peristiwa jatuhnya alat berat crane jatuh menimpa atap Masijidil Haram 11 September, kembali dunia dikejutkan dengan peristiwa memilukan di Mina, Kamis, 24 September 2015.

Peristiwa tragis ini terjadi di Jalan 204 saat rombongan haji melakukan prosesi lempar jumrah di Mina. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 waktu setempat.

Berdasarkan informasi dari Departemen Luar Negeri, di bawah ini urutan kejadian tragis tersebut:

1. Kejadian terjadi di jalan menuju tempat lontar jumrah di antara tenda tenda di Minah.

2. Awal kejadian karena ada sekelompok jamaah yang tiba-tiba berhenti, sehingga terjadi penumpukan dan desak desakan.

3. Kejadian terjadi sekitar pukul 7.00 pagi waktu setempat.

4. Sebagian besar korban adalah jamaah dari Mesir dan Afrika.

5. Ini bukan merupakan jalur yang digunakan oleh jamaah asal Indonesia utk menuju lontar jumrah.

6. Sampai saat ini telah di cek ke rumah sakit Minah dan belum ditemukan WNI jadi Korban.

7. Konjen RI Jeddah dan KUAI Riyadh ada dilokasi dan akan bantu cek ke rumah sakit Minah utk mengetahui ada tidaknya korban WNI.



Hingga pagi ini korban tewas telah mencapai 717 jemaah haji tewas akibat insiden berdesak-desakan dan saling dorong di Jalan 204, Mina.



Di bawah ini beberapa tragedi yang terjadi di Mina

2 Juli 1990
Tragedi desak-desakan besar terjadi di terowongan Mina yang diakibatkan kegagalan sistem ventilasi. Sekira 1426 jamaah haji wafat dan mayoritas berasal dari Asia.

24 Mei 1994
Sebanyak 270 jamaah haji meninggal saat mlempar jumroh.

9 April 1998
Lebih dari 118 jamaah meninggal dan 180 luka-luka akibat desak-desakan di Mina.

5 Maret 2001
Sebanyak 35 jamaah, 23 di antaranya wanita, wafat saat melaksanakan ibadah di Mina.

11 Februari 2003
14 jamaah wafat, 6 di antaranya wanita saat prosesi lempar jumrah pertama dalam rangkaian ibadah haji.

1 Februari 2004
Sebanyak 251 jamaah wafat di Mina saat menggelar prosesi lempar jumroh.

22 Januari 2005
Sebanyak 3 jamaah haji wafat saat prosesi lempar jumroh di Mina.

12 Januari 2006
Sebanyak 362 jamaah haji wafat akibat berdesakan saat prosesi lempar jumroh di Mina.

24 September 2015
Insiden terbaru ini menewaskan sekira 453 jamaah haji wafat dan 700 lainnya terluka akibat berdesak-desakan saat prosesi lempar jumroh di Mina. Jumlah korban ini diperkirakan masih bisa bertambah

Friday, August 21, 2015

Gelombang Panas Ekstrem di beberapa negara

Hasil gambar untuk gambar gelombang panas free copyright

Hasil gambar untuk gambar gelombang panas free copyright

Sepertinya, cuaca panas yang ekstrem yang mendekati 50 derajat celcius pada bulan Mei - Juni ternyata tidak berhenti di India khususnya di Negara Bagian Telangana dan juga  Andhra Pradesh, di selatan bagian India.

Gelombang panas di India telah menyebabkan lebih dari 2000 orang tewas. Perlu diketahui, jumlah korban tewas akibat panas tahun 2015 ini adalah terbesar kedua di India setelah bencana serupa tahun 1998 yang memakan korban jiwa hingga 2.541 orang.

Gelombang panas ekstrem kemudian berlanjut ke Pakistan. Sedikitnya 5.000 orang penderita dilaporkan telah ditampung rumah-rumah sakit. Lebih dari 1000 orang tewas di Pakistan akibat gelombang panas yang ekstrem.

Akhir bulan Juli, gelombang panas juga menerpa Wilayah Timur Tengah dan Afrika Tengah Menurut Mesir sejak bulan Agustus. Jumlah korban tewas akibat gelombang panas yang menerpa Mesir bertambah menjadi 106. Suhu di Mesir dilaporkan melonjak sampai 47 derajad Celcius.

Sebagian besar korban yang tewas akibat gelombang panas ekstrem di India, Pakistan dan mesir adalah para orang tua yang sudah lanjut usia.


 

Monday, April 27, 2015

Ringkasan informasi Gempa Nepal



Kapan terjadi gempa Nepal?
Sabtu, 25 April 2015 pk 11:13 WIB  terjadi gempa besar yang mengguncang dan merusak banyak gedung di dekat ibukota Nepal, Kathmandu.

Berapa besar kekuatan gempat tersebut?
Awalnya gempa dinyatakan berkekuatan 7,5 skalar richter (SR), kemudian USGS merevisi kekuatan gempa yang juga terasa di India dan Pakistan, kekuatan gempa adalah  7.9 skala Richter (SR)  

Pusat gempa terjadi di 50 mil dari ibukota Kathmandu dan 50 mil timur dari kota terbesar kedua Nepal Pokhara

Berapa jumlah korban jiwa?
Sampai tanggal 26 April 2015, setidaknya 1.130 orang dinyatakan tewas dan akan terus bertambah

Apakah ini pertamakali gempa besar di Nepal?
Ternyata, gempa Nepal pada hari Sabtu (25/4/2015) mengikuti pola yang sama dengan dua gempa besar yang terjadi lebih 700 tahun lalu dan sebagai hasil efek domino tekanan pergeseran patahan.  
Para peneliti menemukan kemungkinan keberadaan pengaruh ganda hanya dalam beberapa minggu terakhir saat melakukan penelitian lapangan di kawasan.
Sayangnya, tim peneliti memperingatkan akan terjadi lagi gempa. "Perhitungan pendahuluan mengisyaratkan gempa pada Sabtu dengan kekuatan 7,8 SR kemungkinan tidak cukup besar untuk mengangkat pecahan sampai ke permukaan bumi. Jadi, masih ada kemungkinan lebih banyak gaya yang tersimpan, dan kita kemungkinan akan mengalami gempa besar lagi ke arah barat dan timur dari gempa yang sekarang dalam puluhan tahun ke depan," 
Adakah warga negara Indonesia yang menjadi korban gempa Nepal?
Dari data saat ini, terdapat 18 orang WNI yang menetap di Nepal dan 16 WNI tercatat sedang melakukan kunjungan, baik sebagai turis maupun kegiatan resmi, sehingga total WNI ada 34 orang. 
Dari jumlah tersebut, 17 orang telah berhasil dihubungi dan dalam keadaan baik.
34 WNI BERADA DI NEPAL, 17 ORANG SUDAH DIKETAHUI SELAMAT Nama 34 WNI di Nepal: Nomer 1 - 18 adalah WNI yg menetap di Nepal. 1. Diah Ismaya, status: baik 2. Winarti Karyono, status: baik 3. Ari Isyanawati, status: belum daoat dihubungi (BD) 4. Samini, status: baik 5. Evi Nurlaila Ana, status: baik 6. Fitri Rosdiana, status: teridentifikasi selamat 7. Freddy Lawrens, status: BD 8. Grace Tarigan, status: BD 9. Aprieri Dwi, status: teridentifikasi selamat 10. Maria E. Putuhena, status: BD 11. Toyibah, status: BD 12. Maya Apriyani, status: BD 13. Ariani Hasanah, status: baik 14. Ni Putu Purniawati, status: sedang berada di luar negeri 15. Parsiah Majudi, status: BD 16. Purwanti, status: BD 17. Samini, status: BD 18. Wayan Kushle, status: baik Nomor 19-34 adalah WNI berstatus pengunjung: 19. Ahmad Taufan Damanik, ASEAN ACWC, status: sedang diklarifikasi 20. Esther Indriani, World Vision, status: baik 21. Laura Hukom, World Vision, status: baik 22. Dhiana Anggraeni, World Vision, status: baik 23. Emmy Lucy, World Vision, status: baik 24. Tessy Ananditya, treking di Annapurna, status: BD 25. Sapta Hudaya, treking di Annapurna, status: BD 26. Alma Parahita, Taruna Hiking Club, status: BD 27. Kadek Andana, Taruna Hiking Club, status: BD 28. Jeroen, Taruna Hiking Club, status: BD 29. Nuri Arunbiati, info melalui FB, kondisi baik 30. Virgo Dirgantara, operator oleh Himalaya Guides, status: BD, diperkirakan berada di Lobuche 31. Handri Ramdhani, operator oleh Himalaya Guides, status: BD, diperkirakan berada di Lobuche 32. Nicko Ronny, operator oleh Himalaya Guides, status: BD, diperkirakan berada di Lobuche 33. Ong Kim Han, status: baik 34. Yanti, status: baik

Apa bantuan pemerintah Indonesia untuk korban gempa Nepal?

Indonesia Kirim 1 Juta Dollar AS untuk Bantu Nepal


Monday, April 13, 2015

Ringkasan Berita Konflik Yaman



Konflik di Yaman masih terus berlangsung bahkan sampai 10 April, WHO mencatat korban tewas akibat perang di Yaman menjad 643 orang dan dan keamanan di Yaman makin memburuk (Antaranews.com 10 April 2015)

Apakah latar belakang konflik Yaman ini?
Yaman terus bergejolak setelah kelompok milisi Houthi, yang berjuang untuk mendapatkan peningkatan otonomi di Provinsi Saada, melancarkan pemberontakan secara berkala sejak 2004. Aksi mereka yang paling signifikan terjadi sejak Juli 2014.

Puncaknya, pada September 2014, ketika mereka menguasai Ibukota Sanaa, menyandera staf kepresidenan, dan menembaki kediaman Presiden Abdu Rabuh Mansour Hadi.  


Mengapa Arab Saudi ikut menggepur Yaman?
Menurut Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Mustafa‎ Ibrahim Al-Mubarak, salah satu alasannya adalah karena permintaan langsung dari langsung dari Presiden Yaman Abdu Rabuh Mansour Hadi melalui surat resmi yang disampaikan pada 7 Maret 2015.  Negara-negara ‎Teluk yang dipimpin Arab Saudi menggelar operasi militer di Yaman untuk memerangi kelompok itu.

Adakah konflik Yaman berhubungan dengan kaitannya dengan Sunni dan Syiah?
Tidak ada kaitannya dengan Sunni dan Syiah
Konflik Yaman karena perkara politik untuk berebut pengaruh dan kuasa. Karena Presiden Yaman Abedrabbuh Mansour Hadi hendak dilengserkan oleh kelompok pimpinan Abdul Malek al Houthi.

Siapa Al Houthi?
Al-Houthi muncul pasca runtuhnya pemerintahan Bani Hasyim yang menganut paham Syiah Zaidiyah tahun 1962 setelah memimpin Yaman selama lebih dari 1.000 tahun.

Nama Houthi berasal dari Hussein Badr al-Din al-Houthi, seorang pemimpin agama yang pertama kali mencetuskan gerakan ini dan selanjutnya menjadi tokoh sentral al-Houthi.

Berawal dari gerakan agama, al-Houhti memulai pemberontakan senjata mereka pada 2004, dengan dukungan dari pemimpin-pemimpin agama dan suku di wilayah Utara Yaman. 

Apa tuntutan Al Houthi?
Ketika gelombang revolusi Arab tiba di Yaman pada 2011, al-Houthi ikut menumbangkan mantan Presiden Ali Abdullah Saleh yang telah berkuasa selama 33 tahun, lalu meluaskan daerah kekuasaan mereka dari Saada ke wilayah lain seperti provinsi Amran, bahkan merangsek masuk ke ibukota Yaman, Sanaa.


Semenjak itu, al-Houthi menuntut pembagian kekuasaan dalam pemerintahan baru Yaman. 

Siapa yang menentang gempuran Arab ke Yaman?
Rusia, Iran dan Suriah menyatakan rasa tidak setuju mereka terhadap agresi yang dilakukan oleh Arab Saudi dan sekutunya di Yaman.  

Berbagai sumber